WAKIDI DIESEL ::WEBSITE :: Content Page
 
 
Selasa, 30 Juni 2009
"Mesin Tanam Jagung Sehektar 5 Jam"

Made Dasnaya ibarat Bandung Bondowoso dalam kisah Roro Jongrang yang mampu membuat seribu arca dalam semalam. Hanya dalam 300 menit, Made sendirian menanam 26.000 benih jagung di lahan 1 ha.


Artinya setiap menit, Made mampu membuat 43 lubang tanam, memasukkan biji, sekaligus menutup lubang tanam. Waktu tanam itu sangat singkat. Bandingkan dengan waktu tanam pekebun pada umumnya. Untuk menanam jagung di lahan 1 ha, seorang pekebun perlu 20 tenaga kerja. Mereka menugal alias membuat lubang tanam dengan tiang kayu yang berujung runcing, memasukkan benih jagung ke dalam lubang tanam, dan menutup lubang tanam. Waktunya? Dibantu 20 tenaga kerja, pekebun itu menghabiskan 8 jam kerja.


Meski bekerja seorang diri dalam waktu cepat, hasilnya rapi. Lubang tanam teratur berjarak 0,75 m x 1 m. Kecepatan Made bekerja lantaran ia menggunakan mesin tanam rancangan Ir Joko Pitoyo, periset mesin pertanian di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Kotamadya Tangerang Selatan.


Bukan cuma cepat, tetapi juga efi sien. Sebab, konsumsi bahan bakar berupa premium hanya 1 liter per jam atau Rp22.500/5 jam. Biaya sewa mesin Rp200.000/hari. Sehingga total biaya sekali penanaman Rp222.500. Dengan 20 tenaga kerja, seorang pekebun membayar Rp500.000 bila ongkos setiap orang Rp25.000 per hari. Itu berarti Made mampu menghemat Rp277.500 untuk biaya tanam.


Tarik traktor

Mesin penanam benih jagung itu terbuat dari besi. Bentuknya seperti sepeda mini berukuran sekitar 1 m. Roda depan berupa piringan ganda yang berfungsi untuk membuat alur tanam. Sedangkan roda belakang seperti roda pengeras jalan berukuran kecil, diameter 40 cm, fungsinya sebagai roda penggerak.


Mesin itu dikaitkan di bagian belakang traktor yang menarik mesin penanam biji.